Thursday, September 22, 2016

Ikut Syariat Kenapa Melarat? – Ustadz Ammi Nur Baits

Dulu ada beberapa orang Arab yang mereka mendatangi Nabi H untuk masuk islam. Setelah mereka pulang ke kampungnya mereka akan memperhatikan apakah setelah masuk islam penghasilan mereka akan bertambah ataukah justru sebaliknya mereka akan berkurang. Jika setelah masuk islam mereka lebih sering mendapatkan hujan, panen mereka bertambah, ternak semakin banyak, kemudian banyak anak laki-laki yang lahir maka mereka akan berkomentar
إنَّ دِينَنا هذا لَصالِحٌ فتمَسَّكوابهِ
“Agama kita yang baru ini sangat bagus, terus istiqomah untuk berpegang dengannya”.
Sebaliknya ketika mereka pulang dan justru mengalami musim paceklik, jarang hujan, ternak tidak menghasilkan, banyak anak. Maka mereka akan berkomentar
ما في دِينِنا هذا خيرٌ
“Agama kita yang baru ini tidak ada sisi baiknya”.
Kisah ini disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Allah E menyebut orang semacam ini dalam al-qur’an sebagai manusia yang beribadah kepada Allah di pinggiran. Menganggap benar islam jika menguntungkan, mereka mau ta’at jika dapat nikmat, mau mengikuti syari’at hanya untuk mencari enaknya saja. Allah berfirman
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ
“Ada beberapa orang yang mereka beribadah kepada Allah di pinggiran. Kalau dia mendapat kebaikan, dia merasa tenang dengan islam. Namun ketika dia mendapatkan fitnah, mendapatkan ujian dia berpaling, dia murtad. Allah sebut orang ini rugi dunia akhirat” (Al-hajj:11)
Dilanjutan ayat Allah E berfirman:
خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
“Mereka itu orang yang rugi dunia dan akhirat dan itulah kerugian yang nyata”
Baik, tentu saja kita tidak ingin seperti mereka namun coba kita akan lihat kenyataan dilapangan. Terutama untuk kasus yang dialami oleh mereka yang dulunya berkecimpung dalam dunia yang terlarang perbankan, asuransi atau semua unit kerja yang masih bersinggungan dengan riba.
Mereka mengatakan “Saya sudah berusaha meninggalkan yang haram kenapa rizki saya masih seret? Saya sudah meninggalkan riba, asuransi mengapa Allah E belum mengganti pekerjaan yang layak? Katanya ikut ekonomi syari’at rizki akan bertambah dan berkah, mana buktinya?”
Baik, kita bisa bandingkan cara berfikir seperti ini dengan cara berfikir orang badui yang tadi disinggung oleh Allah dalam al-qur’an. Mereka ikut islam dengan prinsip islam harus menguntungkan secara duniawi, dia berfikir mengikut aturan ekonomi syai’at haruslah menguntungkan, ketika benar dia dapat untung setelah meninggalkan riba dia merasa semakin yakin bahwa ekonomi syari’at itu benar.
Sebaliknya ketika kenyataan tidak seperti yang dia bayangkan, dia kecewa, lalu dia kembali kepada aktifitas bisnis, aktifitas pekerjaan yang rentan dengan dunia haram. Seharusnya kita berfikir sebaliknya, ketika anda mengikuti aturan ekonomi syari’at, kita harus siap dengan setiap konsekuensi pahit yang akan kita jumpai dalam aturan itu.
Karena kita bisa memastikan ada beberapa aturan yang akan berbenturan dengan kepentingan kita, selama kita berbisnis, selama kita bekerja. Karena itu jangan sampai kita menilai kebenaran syari’at hanya berdasarkan standar dunia, seharusnya kita berfikir mengikuti ekonomi syari’at bukan untuk mencari dunia. Kita mengikuti ekonomi syari’at tujuan besarnya adalah agar kita bisa selamat di akhirat.

Tuesday, September 6, 2016

Tujuan Hidup
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Seorang yang akan keluar rumah, pasti memiliki tujuan, dan ada beberapa orang yang keluar rumah tanpa memiliki tujuan, sungguh amat penting seseorang hidup di Dunia ini agar memiliki tujuan. Jika tujuan hidup tidak ada maka ia akan semakin menjauh dari impiannya dan akan semakin tersesat.

Ketika orang lain tau apa tujuan kita, maka orang lain akan mengarahkannya dan menuntunnya. Allah azza wa jalla berfirman yang artinya " Dan tidaklah kucipkan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku "

Dan inilah tujuan hidup manusia yang sebenarnya, menjadi hamba Allah agar senantiasa beribadah kepadanya. Allah yang menciptakan kita, menghidupkan kita dan Allah mengatakan bahwasannya setiap manusia adalah dengan tujuan agar manusia beribadah  hannya kepadannya. Allah juga berfirman yang artinya " Apakah manusia mengira dia hidup di Dunia ini sia-sia begitu saha tentu jawabannya tidak. Manusia bukan sebagaimana binatang hewan, mereka hidup makan  minum bekerja, bersenang-senang, melampiaskan syahwatnya, kemudian mati begitu saja ? , tidak. Manusia lebih mulia dari pada itu semuannya.

Manusia Allah ciptakan dengan hikmah yang sangat mulia, yaitu untuk beribadah kepada Allah subhanahuwata’ala. Dan dengan rahmat dan kasih sayang Allah azza wa jalla, Allah ketika memberitahukan kepada manusia tujuan hidupnya untuk beribadah kepadaNya. Allah pun memberikan rambu – rambu, memberikan aturan kemana dia atau dengan apa dia beribadah kepada Allah azza wa jalla. Syaikhul Islam Muhammad At Tamimi X berkata ‘Allah yang menciptakan kita, Allah yang memberikan rezeki kepada kita, namun Allah tidak membiarkan kita begitu saja sia – sia hidup di atas muka bumi ini’. Bahkan Allah mengutus kepada kita seorang rasul, barangsiapa mentaati rasul maka dia akan masuk syurga dan barangsiapa menyelisihi rasul, memaksiati rasul maka dia masuk ke dalam api neraka.

Inilah suatu hal yang sangat prinsip, yang sangat urgent untuk kita mengetahuinya, yaitu bahwasannya tujuan hidup kita di atas muka bumi ini untuk beribadah kepada Allah. Marilah kita bersama – sama melangkahkan kaki kita menuju kepada tujuan yang satu, yaitu beribadah kepada Allah subhanahuwata’ala. Marilah kita bersama – sama melangkahkan kaki kita untuk kita menelusuri jejak rasul shalallahu alaihi wassalam dalam kita beribadah kepada Allah E.

Semoga Allah azza wa jalla mengakhiri hidup kita dengan khusnul khatimah.

Saturday, September 3, 2016

Menjadi Pengusaha Sukses Seperti Tiga Sahabat Nabi
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ 

Seringkali Anda bertanya, ketika Anda ingin berwirausaha, membeli rumah, membeli kendaraan, izin atau yang lainnya, Anda akan bertanya, “Dari mana saya mendapatkan uang? Modalnya dari mana saya dapat kalau saya tidak dibenarkan untuk menggunakan pinjaman dari bank yang menggunakan bunga? Lalu dari mana lagi saya akan mendapatkan modal yang dapat saya gunakan untuk wirausaha atau membeli rumah atau yang lainnya?”

Seringkali Anda beranggap berarti pupuslah impian saya untuk menjadi seorang pengusaha, untuk memiliki rumah impian, kendaraan yang saya harap-harapkan, atau mesin yang saya inginkan. Kalau tidak menggunakan pinjaman dari bank, lalu dari mana lagi?

Pesimis. Seakan yang memiliki uang hanyalah bank, seakan kalau tanpa bank kiamatlah dunia Anda, harapan Anda, cita-cita Anda ada di tangan para bankir. Harapan Anda hanya ada di belakang, cita-cita Anda hanya ada di belakang pintu perbankan.

Tidak demikian. Percayalah, Allah subhanahu wa ta’ala…pintu rejeki Allah subhanahu wa ta’ala tidak pernah habis, tidak pernah tertutup. Pintu rejeki Allah subhanahu wa ta’ala ada di mana-mana. Karenanya, dinyatakan oleh banyak…para pakar mengatakan bahwa kewirausahaan itu adalah pola pikir dan bukanlah uang. Kewirausahaan itu bukanlah keturunan namun ialah bagaimana Anda memandang sebuah peluang, sebagai peluang atau rahmat.

Ibnu ‘Auf radhiyallohu ta’ala ‘anhu sebelumnya adalah seorang saudagar kaya raya di Mekah, namun karena tuntutan berhijrah di jalan Allah, meninggalkan kampung halamannya Mekah, tinggal di kota Madinah maka beliau tinggalkan semua kekayaan dia di kota Mekah demi menyelamatkan imannya, demi dapat hidup berdampingan selalu bersama Rasululah  sehingga ketika tiba di kota Madinah beliau tidak memiliki kekayaan apapun. Beliau datang hanya berbekalkan pakaian yang melekat di tubuhnya.

Namun strategi yang ditempuh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kala itu, beliau .. setiap dua orang sahabat, satu dari muhajirin, satu dari anshor dipersaudarakan agar mereka saling bantu membantu, bahu membahu.

Kebetulan, sahabat Abdurrahman bin ‘Auf dipersaudarakan dengan sahabat Saad ibnu Rabi’ yang kala itu memiliki harta yang melimpah, memiliki dua istri . Beliau mengatakan, “ Wahai Abdurrahman, aku memiliki dua istri. Kalau engkau mau, aku ceraikan satu darinya dan bila telah selesai masa iddahnya silakan engkau nikahi satu darinya. Aku memiliki harta, bila engkau mau akan aku bagi dua, silakan engkau ambil separuhnya.”
Subhaanallah… seorang pengusaha ulung, Abdurrahman bin ‘Auf menolak kedua-duanya dan mengatakan,“Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi hartamu, memberkahi keluargamu, namun satu saja permintaanku. Tunjukkan kepadaku di mana letak pasar.”

Ketika Abdurrahman bin ‘Auf tahu letak pasar maka beliau, segera insting nalurinya sebagai seorang pengusaha berkobar. Nalurinya sebagai seorang pengusaha bersinar. Ia datang ke pasar dengan tangan kosong. Abdurrahman ibnu ‘Auf datang ke Madinah tanpa bekal apapun.

Namun berbekalkan dengan pola pikir, dengan hati yang besar, dengan kejelian dalam memandang peluang, kejelian dalam membangun relasi dan berkomunikasi sebagai seorang pengusaha ulung, beliau yang datang ke pasar dengan tangan kosong, dengan tangan hampa…di sore hari pulang telah membawa keuntungan berupa setakar susu kering dan setakar gandum. Sehingga tidaklah berlalu beberapa hari dari kedatangan Abdurrahman bin ‘Auf di kota Madinah kecuali dia telah berhasil membeli emas sebesar satu biji kurma dan kemudian dengan emas tersebut dia menikahi seorang gadis di kota Madinah, membangun, mulai merintis, merajut suksesnya kembali yang telah beliau tinggalkan di kota Mekah.

Syuhaib Arrumi radhiyallohu ta’ala ‘anhu beliau adalah mantan budak, yang datang ke kota Mekah dalam kondisi tidak memiliki apa-apa, dengan tangan hampa, tidak memiliki modal, tidak memiliki keturunan, dia adalah pendatang, dia adalah mantan tawanan perang, dia mantan budak. Namun karena instingya sebagai seorang pengusaha, nalurinya sebagai seorang pengusaha, dia senantiasa jeli dan pandai memanfaatkan peluang.

Akhirnya apa? Tidaklah lama dari tinggalnya dia di kota Mekah, tidak selang berapa lama dari kedatangannya di kota Mekah, dia berhasil menjadi orang…salah satu orang yang terkaya di kota Mekah sehingga ketika dia hijrah, dia sebelum berhijrah dia menimbun, dia menyembunyikan harta kekayaannya di Mekah agar suatu hari nanti bisa diambil kembali.

Namun orang musyrikin Quraish tentu tidak rela. Apa yang dilakukan? Mereka mengejar, membuntuti Syuhaib Arrumi, mereka mengatakan, “Wahai Syuhaib engkau datang ke kota Madinah dalam keadaan,dalam kondisi tangan kosong tidak memiliki harta sedikitpun dan sekarang akankah engkau meninggalkan kota Mekah pindah ke kota Madinah berhijrah membawa seluruh harta kekayaan yang engkau peroleh dari kota Mekah? Tidak! Kami tidak akan merelakan itu. Kalau engkau pergi, silakan engkau pergi tanpa membawa sedikitpun dari kekayaan yang engkau dapat di kota Mekah.”

Maka Syuhaib Arrumi sebagai seorang yang memiliki naluri, memiliki pola pikir, sudut pandang, cara pikir seorang pengusahawan, apa yang dilakukan? Demi imannya, dia relakan semua kekayaannya. Dia mengatakan, “Sudikah kalian wahai orang-orang Quraish aku tunjukkan ke tempat aku menyembunyikan harta kekayaanku? Silakan kalian ambil semua dengan imbalan engkau bebaskan aku, engkau biarkan aku melenggang, pergi ke kota Madinah, berhijrah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.”
Maka dia pergi ke kota Madinah dengan tangan hampa kembali. Namun subhanaallah, tidaklah berlalu..beberapa lama kecuali Syuhaib Arrumi pun kembali memiliki…berhasil mendapatkan kekayaannya kembali.

Sehingga Anda bila mulai muncul keinginan hasrat untuk menjadi seorang pengusaha, mengukir sukses melalui dunia usaha jangan berpikir tentang modal, janganlah menggantungkan impian Anda dengan keturunan namun benahilah cara pikir Anda. Jadilah orang yang memiliki mental baja sehingga Anda walau tidak memiliki bekal apapun, Anda mampu bekerja, mampu mendapatkan penghasilan, mampu merintis sukses sebagai seorang pengusaha. Jadilah orang yang memiliki mata yang jeli sehingga Anda bisa memandang, menemukan berbagai celah-celah usaha kewirausahaan.

Janganlah hobi mengenakan kacamata kuda, yang hanya bisa memandang apa yang ada di depan mata, namun seorang pengusaha mampu memandang apa yang akan terjadi, apa yang diminati, apa yang diinginkan oleh masyarakat sehingga dia bisa memenuhi apa yang mereka inginkan. Dengan demikian Anda bisa sukses sebagai seorang pengusaha.

Urwah alBariqi adalah figur lain dari seorang pengusaha sukses. Betapa ia hanya berbekalkan dengan kemampuannya berkomunikasi, menjalin relasi dengan orang lain, ia mampu mendapatkan keuntungan yang sangat fenomenal.

Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membuktikan akan keahlian Urwah alBariqi dalam berkomunikasi, membangun relasi dan bernegoisasi. Suatu hari ia diberi kepercayaan untuk membeli seekor kambing yang akan dijadikan sebagai hewan qurban oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu sebesar satu dinar. Ia dipercaya untuk membeli seekor kambing dengan satu dinar. Namun karena kepiawaian Urwal Bariqi dalam berkomunikasi, bernegoisasi ia dengan berbekalkan satu dinar mampu membeli dua ekor kambing. Dan kembali dengan berbekalkan kemampuannya untuk bernegoisasi, berkomunikasi ia menjual seekor kambing tadi yang telah ia beli dengan satu dinar. Sehingga dia yang berangkat ke pasar bermodalkan satu dinar, ia kembali kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing dan satu uang dinar.

Dia mengatakan, “Ya Rasulullah ….inilah uang dinar yang telah engkau berikan kepadaku dan ini hewan qurban yang engkau inginkan.”
Rasulullah  senang dengan kemahiran, keahlian, dan kepiawaian Urwal Bariqi di dalam berkomunikasi. Ia berdagang dengan berbekalkan kepiawaian dalam berkomunikasi, bernegoisasi, sehingga Rasulullah mendoakan:

“Ya Allah berkahilah setiap transaksi Urwah alBariqi.”

Sehingga disebutkan dalam riwayat, dalam biografi Urwah alBariqi, andailah Urwah alBariqi bila barang dagangannya telah habis, andailah dia itu menggenggam segenggam debu, kemudian dia tawarkan, kemudian dia jual berkat kepiawaiannya dalam bernegoisasi menawarkan, niscayalah dia mendapatkan keuntungan dari segenggam debu tersebut.

Karenanya untuk menjadi seorang pengusaha jangan hanya berpikir harus ada modal dan kalau modal itu hanya dari perbankan yang harus dengan riba maka Anda jalankan dengan konsekuensi membayar riba,demi semuanya,..semuanya demi mewujudkan impian menjadi seorang pengusaha.

Dunia usaha bukanlah dunia orang malas. Dunia usaha bukanlah dunianya orang yang manja, yang hanya bisa mengandalkan ayah, bapak, teman, sahabat,” Berilah saya,… berilah modal.”

Tidak. Dunia usaha adalah dunia orang yang cerdas. Dunia orang-orang yang jeli memandang peluang. Dunia orang yang pantang menyerah, gigih, ulet. Dan dunia orang yang terus mau belajar dan terus belajar. Karenanya, belajarlah bagaimana Anda bernegoisasi, berkomunikasi, bagaimana Anda membangun relasi, bagaimana Anda membangun kepercayaan. Sehingga kalaupun Anda tidak memiliki modal, Anda tidak memiliki dana yang cukup, berbekalkan dengan kepiawaian Anda bernegoisasi, berkomunikasi, kepiawaian Anda dalam membangun relasi, kepercayaan orang kepada Anda, amanah Anda. Anda akan mampu membangun dinasti sukses bisnis Anda. Akan mampu membangun kerajaan bisnis Anda. Bukan hanya kecil namun besar.

Sebagaimana yang dimiliki oleh, dilakukan Abdurrahman bin ‘Auf. Dia hanya berbekalkan dengan tangan hampa, namun dia,tidaklah Rasulullah  meninggal dunia kecuali Abdurrahman bin ‘Auf menjadi salah satu orang terkaya di kota Madinah.
Beliau datang dengan tangan hampa namun dengan kepiawaiannya dalam berniaga, semangatnya, nalurinya sebagai seorang pengusaha mampu menjadikan dia melampaui kebanyakan tuan-tuan tanah yang ada di kota Madinah kala itu. Sehingga tidaklah berlalu sekitar sepuluh tahun kecuali Abddurrahman bin ‘Auf telah menjadi orang terkaya di kota Madinah.

Semoga kata-kata singkat sederhana ini memotivasi Anda, merubah sudut pandang Anda tentang kewirausahaan sehingga Anda terus belajar, mampu bagaimana Anda menajamkan pandangan Anda, sehingga mampu melihat, menerawang peluang usaha, sebagaimana Anda juga terdorong untuk belajar bagaimana berkomunikasi, membangun relasi dan bagaimana Anda bernegoisasi yang baik sehingga Anda bisa menjadi pengusaha yang sukses.

Dan semoga ini juga menjadi motivasi bagi anda untuk bisa membangun amanah, kepercayaan. Dengan berbekalkan kepercayaan orang, percayalah Anda mampu membangun sukses dalam berniaga.

Membuat FAB (Floating Action Button) Animation
Sejak Material Design menciptakan Floating Action Button, dan menjadi salah satu komponen yang sangat penting. Google juga membuat mudah untuk mengimplementasikan di aplikasi android kita dengan batuan Design Support Library yang release pada Google I/O 2015, Menambahkan FAB itu sangat sederhana.
Di artikel ini saya akan membahas bagaimana cara membuat FAB show dan hide

tampilan screenshot


Membuat Layout
1. Buat project baru file=> new project, pada pemilihan layout, pilih basic activity pada pemilihan jenis activity yang kita gunakan


2. Pada activity_main.xml tambahkan kode dibawah ini untuk menampilkan floating bar dengan membuat 3 floating

3. Kemudian buat folder directory dengan nama anim dan buat file xmlnya seperti gambar

  • fab_close
  • fab_open
  • rotate_backward
  • rotate_forward


4. Buka fab_open, disini kita akan menambahkan kode jika tidak di klik chlid dari parent FAB utama akan di invisble dan akan  muncul ketika button di klik .
  1. <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
  2. <set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
  3.     android:fillAfter="true">
  4.     <scale
  5.         android:duration="300"
  6.         android:fromXScale="0.0"
  7.         android:fromYScale="0.0"
  8.         android:interpolator="@android:anim/linear_interpolator"
  9.         android:toXScale="0.8"
  10.         android:pivotX="50%"
  11.         android:pivotY="50%"
  12.         android:toYScale="0.8" />
  13.     <alpha
  14.         android:fromAlpha="0.0"
  15.         android:toAlpha="1.0"
  16.         android:interpolator="@android:anim/accelerate_interpolator"
  17.         android:duration="300"/>
  18. </set>


5. buka fab_close dan tambhakan kode dibawah ini yang fungsinya ketika buttun di klik akan kembali menghilang
  1. <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
  2. <set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android">
  3. <scale
  4.    android:duration="300"
  5.    android:fromXScale="0.8"
  6.    android:fromYScale="0.8"
  7.    android:interpolator="@android:anim/linear_interpolator"
  8.    android:toXScale="50%"
  9.    android:toYScale="0.0"/>
  10.     <alpha android:fromAlpha="1.0"
  11.        android:toAlpha="0.0"
  12.        android:interpolator="@android:anim/accelerate_decelerate_interpolator"
  13.        android:duration="300"/>
  14. </set>
6. rotate_fordward, ini akan merotasi 45 derajat, dari gambar plus kemudian diputar akan membentuk ikon silang
  1. <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
  2. <set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
  3.    android:fillAfter="true" >
  4.     <rotate android:fromDegrees="0"
  5.        android:toDegrees="45"
  6.        android:pivotX="50%"
  7.        android:pivotY="50%"
  8.        android:duration="300"
  9.        android:interpolator="@android:anim/linear_interpolator"/>
  10. </set>

7. rotate_backward
  1. <?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
  2. <set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
  3.    android:fillAfter="true" >
  4.     <rotate android:fromDegrees="45"
  5.        android:toDegrees="0"
  6.        android:pivotX="50%"
  7.        android:pivotY="50%"
  8.        android:duration="300"
  9.        android:interpolator="@android:anim/linear_interpolator"/>
  10. </set>
8. kmeudian pada Activy_Main.java tambahkan

9. Kemudian Runing

Friday, September 2, 2016

Membuat Recycler View Item Click Listener
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Android RecycleView adalah versi lanjutan dari ListView dengan peningkatan performa dan manfaat lainya. Menggunakan RecycleView dan CardView bersama, kedua  list dan gridsbisa dibuat dengan sangat mudah.

Di tutorial ini kita akan mempelajari bagamana cara membuat RecycleView sederhana dengan custom layout.Kita juga akan mempelajari menulis sebuah class adapter, menambah list divider dan row click listener. kita akan mendesain konten list film, menampilkan judul, genre dan tahun release.

oke, sekarang kita akan lanjut untuk membuat sebuag project baru.
1. In Android Studio, go to File =>  new project dan pilih blank activity
2. Buka grandle dan tambahkan dependency RecycleView 
com.android.support:recyclerview-v7:23.1.1 dan rebuild projek kita
3. Buat file xml  content_main, kemudian tambahkan kode dibawah ini 


4. Buka color.xml lokasinya berada di res=> values dan tambahkan warna dibwah ini
    <color name="colorPrimary">#3F51B5</color>
    <color name="colorPrimaryDark">#303F9F</color>
    <color name="colorAccent">#FF4081</color>
    <color name="year">#999999</color>
    <color name="title">#222222</color>
5.Buat class dengan nama Movie.java



6. Buat sebuah layout dengan nama movie_list_row.xml dengan kode dibawah ini


7. Buat file DividerItemDecoration.xml dan tambahka 
package blog.taufiqhidayah.recyclerview;
import android.support.v7.widget.RecyclerView;
import android.view.LayoutInflater;
import android.view.View;
import android.view.ViewGroup;
import android.widget.TextView;

import java.util.List;

public class MoviesAdapter extends RecyclerView.Adapter<MoviesAdapter.MyViewHolder> {

    private List<Movie> moviesList;

    public class MyViewHolder extends RecyclerView.ViewHolder {
        public TextView title, year, genre;

        public MyViewHolder(View view) {
            super(view);
            title = (TextView) view.findViewById(R.id.title);
            genre = (TextView) view.findViewById(R.id.genre);
            year = (TextView) view.findViewById(R.id.year);
        }
    }


    public MoviesAdapter(List<Movie> moviesList) {
        this.moviesList = moviesList;
    }

    @Override    public MyViewHolder onCreateViewHolder(ViewGroup parent, int viewType) {
        View itemView = LayoutInflater.from(parent.getContext())
                .inflate(R.layout.movie_list_row, parent, false);

        return new MyViewHolder(itemView);
    }

    @Override    public void onBindViewHolder(MyViewHolder holder, int position) {
        Movie movie = moviesList.get(position);
        holder.title.setText(movie.getTitle());
        holder.genre.setText(movie.getGenre());
        holder.year.setText(movie.getYear());
    }

    @Override    public int getItemCount() {
        return moviesList.size();
    }
}