Sunday, August 28, 2016

Kesabaran yang Tercela
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Seorang syaikh pernah bercerita, ketika dia berdakwah di belantara hutan afrika, dia menempu perjalanan yang jauh, dengan berjalan kaki melewati rawa-rawa, menginjak lumpur lumpur dan dia merasa bahwasanya dia sudah berjuang untuk bisa berdakwah ternyata di tengah hutan belantara tersebut dia mendapati seorang wanita bule yang sudah tinggal disitu,,, lama sebagai misionaris mendakwakan kesyirikan dan kekufuran ditengah hutan belantara. 

Maka tatkala itu syaikh sadar bahwasanya apa yang dia lakukan belum ada apa-apanya di bandingkan pejuan kesyirikan tersebut. terlebih lebih lagi seorang wanita Ikhwani fillah adza kumullah wa iyyakum…

Para pelaku maksiat, para pelaku kesyirikan. mereka juga berjuang menyebarkan kesyirikan dan menyebarkan kemaksiatan yang mereka lakukan.Allah SWT telah menyebutkan didalam alqur’an tentang kesabarannya orang-orang musyrikin. tatkala mereka berkata:

إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلَا أَنْ صَبَرْنَا
Artinya : “Kata mereka hampir hampir saja muhammad salallahu ‘alaihi wa sallam menyesatkan kita dari penyembahan terhadap tuhan-tuhan kita.” ( Al-Furqoon, ayat 42 )

Sebagian ahli tafsir mengatakan mereka kaum musyrikin sombong dan bangga dengan kesabaran mereka diatas kesyirikan, sehingga Nabi Muhammad H tidak berhasil mendakwahin mereka, mereka bangga kalau bukan kesabaran kami kalau bukan ketegaran kami diatas kesyirikan maka kami akan terbawa oleh dakwahnya Nabi Muhammad. 

Dalam ayat lain juga Allah menyebutkan mereka para pelaku kesyirikan saling berwasiat untuk saling sabar, sabar diantara mereka…
وَانْطَلَقَ الْمَلأ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى آلِهَتِكُمْ 
Allah SWT mengatakan : Maka berjalanlah sekelompok dari mereka kemudian menasehati sebagian yang lain ( shaad Ayat : 6 )

أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى آلِهَتِكُمْ 
Berjalanlah kalian dan bersabarlah kalian dalam menyembah tuhan-tuhan kalian. Lihat bagaimana mereka saling berwasiat untuk bersabar.

Karenanya kita dapati orang orang yang berdakwah kepada kekufuran, kepada kesyirikan mereka juga berjuang, mereka juga mengorbankan jiwa dan raga, mereka juga berinfaq mengeluarkan harta mereka.


Allah  berfirman:
Artinya : “Mereka orang-orang kafir, mereka menginfaqkan, mengeluarkan harta mereka untuk menghalangi manusia dari jalan Allah subhana wa ta’ala. 

فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ

Artinya : Mereka terus menginfaqkan harta mereka kemudian infaq mereka tersebut akan jadikan mereka mengalami penyesalan.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ


Artinya : “Padahal mereka diakhirat kelak akan dikumpulkan menuju neraka jahannam.”


Lihat padahal mereka berinfaq dan uang tersebut mengantarkan mereka kepada neraka jahannam namun mereka bersabar…
Contoh kesabaran orang musyrik atau orang kafir… 
Allah sebutkan juga tentang kisah Nabi Nuh S tatkala mendakwahi anaknya
Alah sebutkan di dalam Al-qur’an tatkala Nabi Nuh S sudah naik diatas perahu sementara banjir telah melebar diatas muka bumi ini, maka Nabi Nuh melihat anaknya dan dia ingin mendakwahkan anaknya yang masih dalam keadaan kafir…
Maka perahu tersebut berlabuh di atas air banjir yang begitu besar ombaknya, yang seperti gunung ombaknya. luar biasa! kemudian…
وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا 
Sementara sang anak sudah hampir tenggelam maka nabi nuh berkata wahai anakku, wahai putraku dengan panggilan rahmat dengan panggilan kasih sayang …

namun apa jawaban anak Nabi Nuh dengan begitu tegarnya diatas kekufurannya, diatas kesyirikannya…Saya akan pergi menuju gunung yang akan menyelamatkan saya dari air banjir ini. 

Ternyata dia bersabar, bersabar diatas kesyirikannya padahal ayahandanya ingin menolongnya namun dia bersabar diatas kesyirikannya akhirnya kata Allah Dia pun tenggelam…

Ternyata pelaku kemaksiatan, pelaku kesyirikan, pelaku kekufuran juga bersabar. padahal kesabaran mereka itu semakin menjerumuskan mereka ke dalam nereka jahannam, semakin membuat mereka terperosok di dasar neraka jahannam. 


Lantas kenapa kita tidak bersabar?
Sementara antum adalah pejuang dakwah!
Sementara antum berpegang teguh diatas jalan Allah !
Kenapa antum tidak bersabar dalam berjuang?
Kenapa antum tidak bersabar dalam berdakwah?
Kenapa antum tidak berinfaq di jalan Allah ?
Kenapa antum tidak bersabar tatkala di caci maki oleh orang orang yang menyuruh kepada kesesatan?

Jika pelaku maksiat bersabar! kenapa anda tidak bersabar? kenapa kita tidak bersabar?
Lihatlah...Dahulu kalau ada seorang wanita membuka jilbabnya kemudian nampaklah sebagian auratnya, nampaklah sebagian pahanya! Maka akan jadi bahan hinaan di kampungnya, akan jadi buah bibir di kampungnya. Maka para ibu-ibu akan membicarakan tentang wanita ini, menghinakan dia. ‘lihat itu gak punya malu’.Ini kita bicara tentang puluhan tahun yang lalu. ada wanita yang membuka auratnya maka jadi bahan cibiran. Namun wanita yang membuka auratnya ini dia bersabar… 

Dia bersabar meskipun di caci maki, dia bersabar tetap bertahan dengan membuka auratnya. Sehingga akhirnya apa? diikuti banyak orang. Bersabar dalam maksiat diikuti oleh banyak orang. Sekarang kondisinya terbalik dalam suatu kondisi tertentu justru orang yang berjilbab sekarang dicibir, dihinakan, direndahkan…

Oleh karenanya kalau pelaku maksiat saja mereka bersabar, sementara kesabarannya menghantarkan kepada neraka jahannam, bagaimana dengan kalian wahai pejuang dakwah. bagaimana dengan kalian wahai para wanita! Yang berpegang teguh dengan syariat 

Bukankah kesabaran kalian akan menghantarkan kesyurga Allah..

Saturday, August 27, 2016

Membuat Aplikasi Speech To Text
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Kali ini saya akan membagaikan bagaimana cara membuat aplikasi sederhana Speech to text menggunakan API yang sudah ada dari setiap android device, 
Saya telah membuat aplikasi sederhana. berikut ini adalah screenshootnya.

Langkah langkahnya adalah:
1. Buat file-> new project
2. kemudian pada main_activity tambahkan

3. selanjutnya pada ActivityMain.java , tambahkan
  1. import java.util.ArrayList;
  2. import java.util.Locale;
  3. import android.app.Activity;
  4. import android.content.ActivityNotFoundException;
  5. import android.content.Intent;
  6. import android.os.Bundle;
  7. import android.speech.RecognizerIntent;
  8. import android.view.View;
  9. import android.widget.ImageButton;
  10. import android.widget.TextView;
  11. import android.widget.Toast;
  12. public class MainActivity extends Activity {
  13. protected static final int RESULT_SPEECH = 1;
  14. private ImageButton btnSpeak;
  15. private TextView Text;
  16. @Override
  17. public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
  18. super.onCreate(savedInstanceState);
  19. setContentView(R.layout.activity_main);
  20. Text = (TextView) findViewById(R.id.Text);
  21. btnSpeak = (ImageButton) findViewById(R.id.mic);
  22. btnSpeak.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
  23. @Override
  24. public void onClick(View v) {
  25. Intent intent = new Intent(
  26. RecognizerIntent.ACTION_RECOGNIZE_SPEECH);
  27. intent.putExtra(RecognizerIntent.EXTRA_LANGUAGE_MODEL, Locale.getDefault());
  28. try {
  29. startActivityForResult(intent, RESULT_SPEECH);
  30. Text.setText("");
  31. } catch (ActivityNotFoundException a) {
  32. Toast.makeText(getApplicationContext(),
  33. "Your device doesn't support Speech to Text",
  34. Toast.LENGTH_SHORT).show();
  35. }
  36. }
  37. });
  38. }
  39. @Override
  40. protected void onActivityResult(int requestCode, int resultCode, Intent data) {
  41. super.onActivityResult(requestCode, resultCode, data);
  42. switch (requestCode) {
  43. case RESULT_SPEECH: {
  44. if (resultCode == RESULT_OK && null != data) {
  45. ArrayList<String> text = data
  46. .getStringArrayListExtra(RecognizerIntent.EXTRA_RESULTS);
  47. Text.setText(text.get(0));
  48. }
  49. break;
  50. }
  51. }
  52. }
  53. }
4. Pada manifest.xml tambahkan
  1. <uses-permission android:name="android.permission.RECORD_AUDIO"/>
  2. <uses-permission android:name="android.permission.INTERNET" />
5. Dan jangna lupa pada drawable tambakan file ini.


Jangan Bicara Tanpa Ilmu
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
“Janganlah engkau mengikuti segala sesuatu yang engkau tidak punya ilmu fakta dan data tentang nya dengan mata, pendengaran dan hati semuanya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT.
Kaum muslimin rohimani wa rohimakumulloh dalam ayat ini terdapat satu kaidah yang sangat penting dan sangat mulia yang seandainya setiap muslim mengerjakannya dan mengamalkannya maka betapa indahnya hidup ini, yaitu Allah SWT melarang kita untuk berbicara tentang suatu hal kecuali kita punya bukti, punya fakta dan punya data akurat tentang hal tersebut. Kita tidak boleh berbicara tentang suatu hal cuma dengan dasar prasangka, praduga, isu dan humor. Maka sebagaimana penjelasan prara ulama’ ahi tafsir ketika menjelaskan ayat ini bahwasannya makna ayat:

“janganlah mengatakan saya melihat demikian dan demikian padahal anda tidak melihat, jangan anda katakan saya mendengar seperti ini seperti itu padahal anda tidak pernah mendengarnya, namun anda katakan si fulan, si A itu begini begini manakala anda punya data yang jelas, anda punya data yang akurat , anda lihat sendiri, anda dengar sendiri bahwasannya si A itu melakukan demikian dan demikian, dan kita tidak boleh mengatakan bahwasannya si B mengatakan demikian dan demikian padahal anda tidak mendengarnya “

Namun kita baru diperbolehkan untuk mengatakan bahwasannya si B itu mengatakan demikian dan demikian setelah kita dengar sendiri baik secara langsung atau dengan rekaman yang valid bahwasannya si B itu mengatakan demikian dan demikian. Jika kita tidak punya data, jika kita tidak punya fakta, kita tidak punya landasan yang jelas maka kita tidak boleh berkomentar bahwasanya si A dan si B tidak mengatakan demikian ataukah mengatakan demikian dan demikian. Sebagaimana Nabi SAW sampaikan dalam hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Muslim di muqoddimah Shohih Muslim, Nabi SAW bersabda:
“cukuplah seseorang itu terjerumus dalam dusta, dan cukuplah seseorang itu menjadi pembohong manakala dia ceritakan kembali semua kabar yang sampai ke telinganya tanpa dia saring tanpa dia pilah dan pilih mana kabar yang valid mana kabar yang benar dan mana yang tidak”

Maka seorang muslim dilarang untuk berkata berdasarkan rumor, sekedar isu namun harus memiliki data dan fakta yang akurat dan bisa di pertanggung jawabkan, dan orang yang menceritakan ulang semua yang dia dengar dari semua pihak , maka pasti dia terjerumus dalam dusta.