Wednesday, January 3, 2018

Tips memperbanyak Kosa Kata bahasa Inggris

Pada artikel sebelumnya kita sudah belajar tentang step-step belajar bahasa inggris beserta tips-tipsnya, pada artikel kali ini kita akan belajar bagaimana memperbanyak kosa- kata dalam bahasa inggris atau vocabulary.
Bagaimana sih mengetahui tingkatan bahasa inggris kita sudah sampai mana ? misalnya penguasaan pemahaman kalimat dan kata-kata yang belum terlalu familiar.

Coba kalian buka link dari https://simple.wikipedia.org/wiki kalian bisa temukan artikel yang kalian sukai, dan bahas inggris yang digunakan disitu adalah bahasa inggris basic atau kira-kira untuk anak sekitar SMP, sesuai namanya simple Wikipedia, jadi paparan atau penjelasan yang dibuat adalah penjelasan general dan ringkas.
Dari situ coba kita pahami isi dari salah satu artikel, apakah kita masih mengalami kesulitan dalam memahami kata atau makna ?

Jika iya pastikan untuk selalu mencatat kata-kata yang sulit. Setelah dicatat teman-teman bisa mencari kata-kata itu di kamus, tapi ingat agar kita memahami makna kata, jangan hannya langsung di terjemahkan ke bahasa Indonesia. Pastikan kita paham dulu arti di bahasa Indonesianya, setelah tau bahasa Indonesianya kita bisa mencari penjelasan lebih dalam di kamus oxford, Cambridge atau Longman.  Disitu akan dijelaskan makna kata, penggunaan kata hingga sinonim dari kata tersebut,  jadi kita bisa memperkaya kosakata juga dari sinonim.

Selain dari simple.wikipedia.org, tips agar kita bisa memperbanyak kosa kata adalah dengan membaca, misalnya cerpen, berita atau puisi atau mendengar lagu atau menonton film. Tapi menurut beberapa pihak, bahwa belajar vocabulary yang baik adalah dengan cara membaca, kenapa membaca ? karena kegiatan membaca itu murah, mudah dan banyak variasinya . beberapa rujukan situs lain untuk memperbanyak vocab yakni : lifehack.org, wikihow.com , times.com, jurnal dalam bahasa inggris dan masih banyak lagi.

Kata -kata dari bahasa inggris adalah kata-kata serapan yang banyak diambil dari bahasa Yunani dan Latin, misalnya :
aqu
Air
aquarium , aqua, aquatic
art
Kemampuan
Artist, artifact 
Contoh diatas adalah kata serapan dari bahasa latin, jika dilihat makna kata dari aqu misalnya, mempunyai akar kata yang sama yakni air, aquarium tempat air untuk ikan.  Dan masih banyak lagi, untuk contoh- contoh kata root, teman-teman bisa melihat di kamus https://www.learnthat.org/pages/view/roots.html. Dari kata tersebut kita akan bisa memperluas lagi kata dari aqua itu sendiri, dan secara tidak langsung di akan mempermudah kita dalam menambah kosa kata yang berasal dari root atau akar kata tersebut.

Untuk bahan bacaan lainnya pastikan jika kita ingin membaca untuk memperkaya vocabulary, kita bisa membaca menggunakan satu tema bacaan, misalnya bacaan korupsi, nah dari situ secara tidak langsung otak kita akan melakukan pengelompokan kata.  

Prefix dan Sufix atau kata imbuhan juga bisa mempermudah kita saat belajar bahasa inggris.
Prefix sendiri adalah kata imbuhan yang letaknya di depan misalnya dari kata Grad  bisa dikembangkan lagi dengan menembah imbuhan degredation,
Sedangkan Sufix adalah sebuah kata imbuhan di belakang.
Misalnya dari kata grad = graduation, gradual, dll
Referensi untuk prefix dan suffix

https://en.oxforddictionaries.com/spelling/prefixes-and-suffixes

Monday, January 1, 2018

Langkah dan Tips Belajar Bahasa Inggris
Penutur bahasa inggris di Dunia
Bahasa inggris merupakan bahasa internasional, kemanapun negara yang kita tuju untuk bepergian minimal kita sudah mengerti bahasa inggris, maka akan mudah untuk kita melakukan komunikasi dengan warga di negara tersebut, Selain itu, sumber belajar yang lengkap dan update adalah bersumber menggunakan bahasa inggris.
Nah, untuk kita yang baru memulai belajar bahasa inggris, apasih langkah-langkahnya untuk belajar bahasa inggris.
1. untuk pertama pastikan kita sudah mengetahui banyak vocabulary, kenapa tidak langsung grammar ?  misalnya jika kita ingin makan, pada dasarnya dengan menggunakan kata “Toilet” atau “Restaurant” lawan bicara kita akan tahu bahwa kita ingin pergi ke tempat tersebut dan menunjukan arahnya.
Untuk memperbanyak vocabulary, kita bisa melakukan dengan cara yang kita sukai, misalnya suka bermain game , secara tidak langsung ketika bermain game kita bisa belajar vocabulary, misalnya “shot”, “run” d.l.l. Bernyanyi, Menulis d.l.l adalah contoh untuk kita bisa menghafal banyak vocabulary dengan cara yang kita sukai.
2. Grammar, setelah kita sudah mempunyai banyak kosa-kata, sebuah kata itu harus dibungkus agar saling mengerti, grammar itu diibaratkan sebagai kerangka atau tulang dan sebuah kata diibaratkan sebagai otot untuk penggerak tulang tersebut agar terlihat mempunyai ekspresi.  Begitu juga dengan sebuah grammar , misalnya “ I want to be  millionaire” , tugas grammar akan menggabungkan sebuah kata-kata agar terlihat lebih ekspresi.
3. setelah belajar grammar belajar cara pronunciation atau cara berbicara agar mendapat logat atau aksen yang sesuai.

Sedikit tips untuk belajar bahasa inggris adalah
1. 30 menit sehari luangkan waktu untuk membaca atau menonton video berbahasa inggris, kemudian catat kata-kata yang kurang di mengerti.
2. 5 menit  review apa saja yang sebelumnya di pelajari
3. lakukan di manapun ketika waktu luang, bayangkan kita sedang berada pada kondisi yang sesuai dengan vocabulary yang kita hafal.
4. set tujuan lakukan semua hal diatas dengan komitmen
5. dan terakhir adalah , lakukan travel keluar negeri

kemanapun itu, karena dengan melakukan travel kita bisa melihat dunia dan budaya tiap negara yang berbeda. Kita tahu travel memang tidak murah, tapi kita bisa ibaratkan ketika kita lapar kita makan , nah makan itu kita menggunakan uang agar kenyang.

Sama halnya melakukan travel. Kita bisa melakukan travel melaui individu, exchange atau lewat jalur lainnya. 

Friday, July 21, 2017

Custom Google Maps Android Ala Pokemon Go
Bismillah

Google maps adalah sebuah peta digital yang sangat berguna di era milenial saat ini, hampir semua orang ketika bepergian jauh saat ini selalu mengandalan Google Maps.

Pada pertengahan tahun 2016 dunia dihebohkan dengan kemunculan game Pokemon Go, dengan tekhnologi AR dan Maps , Pokemon Go menjelma menjadi sebuah game yang sangat populer kala itu.

Pada kesempatan kali ini saya akan membuat tutorial aplikasi maps ala Pokemon Go.
saya di sini sendiri menggunakan Android Studio. kita hannya bikin tampilan mapsnya saja ya ..:D
bukan gamenya.

MEMPERSIAPKAN PROJECT DEVELOPMEN
Ikuti langkah-langkah berikut untuk membuat aplikasinya


  • Buka project baru.
  • Pada saat pemilihan activity, pastikan anda memilih Maps Activity *
  • Kemudian next hingga finish
*kenapa maps activity ? karena jika kita memilih empty activity maka kita menambahkan manual untuk dependency maps. istilahnya kalau ada cara mudah kenapa harus dipersulit.

MENDAPATKAN KUNCI API

Ini adalah proses terpenting dalam pebuatan app ini, karena jika kita tidak mendapatkan key, maka maps tidak akan tampil di aplikasi.
Untuk detail selengkapnya, lihat panduan lengkap untuk mendapatkan kunci API.


PEMBUATAN UI / UX


  • Cari gambar dengan latar belakang awan, kemudian pastekan di drawable beri nama sky.

  • Selanjutnya kita  buat 2 buah xml file di folder drawable gradienmap dan gradiensky.
Funsgi dari kedua file tersebut adalah  untuk memberi efek gradien pada gambar dan maps.

  • Pada gradienmap ubah kode menjadi  seperti ini
<shape xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    android:shape="rectangle">
    <gradient        android:angle="270"        android:startColor="#ffffff"        android:endColor="#00ffffff" />
</shape>

  •  Pada gradiensky ubah menjadi sepertinini 
<shape xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    android:shape="rectangle">
    <gradient        android:angle="90"        android:startColor="#ffffff"        android:endColor="#00ffffff" />
</shape>

  • Pada activity_maps.xml ubah menjadi seperti kode dibawah ini.

DEVELOPMEN JAVA
Jika sudah membuat layoutnya selanjutanya adalah membuat di java.


Jika sudha hasilnya akan seperti dibawah ini.

Gambar Hasil
Terima Kasih..

Sunday, June 18, 2017

Realm Example with Maps Picker
Bismillah
Pada kesempatan kali ini aku akan membuat aplikasi berbasis CRUD menggunakan database REALM, sebelum membuat projek kita harus tahu apa itu realm.

realm sendiri adalah jenis database yang secara langsung akan menyimpan data ke dalam storage device. Realm adalah pengganti sejenis database store mirip sqllite. Dari segi kecepatan dibanding database ORM lainnya realm lebih unggul.

Implementasi ke dalam project


  • LAYOUT
1. conten_main tambahkan ListView
<ListView    android:id="@+id/lv"    android:layout_width="match_parent"
android:layout_height="wrap_content"></ListView> 
2. buat layout xml baru dengan nama edit_mahasiswa, kemudian pada layoutnya tambahkan beberapa komponen EditText, dan Button 
<RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    android:layout_width="match_parent"    android:layout_height="match_parent"    android:background="@color/colorPrimary">

    <LinearLayout        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="wrap_content"        android:orientation="vertical"        android:padding="16dp">

        <TextView            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:fontFamily="sans-serif-condensed"            android:gravity="center"            android:text="TAMBAH MAHASISWA"            android:textColor="#fff" />

        <EditText            android:id="@+id/ednama"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:layout_marginTop="5dp"            android:hint="Nama"            android:textColor="#fff"            android:textColorHint="#fff" />

        <EditText            android:id="@+id/edalamat"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:layout_marginTop="2dp"            android:hint="Alamat"            android:textColor="#fff"            android:textColorHint="#fff" />

        <Button            android:id="@+id/btnEdit"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:layout_marginTop="3dp"            android:text="Edit" />

        <Button            android:id="@+id/btnHapus"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:layout_marginTop="3dp"            android:text="Hapus" />
    </LinearLayout>
</RelativeLayout>
4. Selanjutnya untuk layout insert_mahasiswa 
<RelativeLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    android:layout_width="match_parent"    android:layout_height="match_parent"    android:background="@color/colorAccent"    android:orientation="vertical">

    <LinearLayout        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="wrap_content"        android:orientation="vertical"        android:padding="16dp">

        <TextView            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:fontFamily="sans-serif-condensed"            android:gravity="center"            android:text="TAMBAH MAHASISWA"            android:textColor="#fff" />

        <EditText            android:id="@+id/txtnama"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:layout_marginTop="5dp"            android:hint="Nama"            android:textColor="#fff"            android:textColorHint="#fff" />

        <EditText            android:id="@+id/txtalamat"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:layout_marginTop="2dp"            android:hint="Alamat"            android:textColor="#fff"            android:textColorHint="#fff" />
        <Button            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:id="@+id/btnCari"            android:text="Cari Alamat"/>

        <Button            android:id="@+id/btnTambah"            android:layout_width="match_parent"            android:layout_height="wrap_content"            android:layout_marginTop="3dp"            android:text="Tambah" />
    </LinearLayout>

</RelativeLayout>
5. Buat xml layout untuk membuat menampilkan isi dari lisview dengan cara menambahaan xml seperti berikut 
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><LinearLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"    android:layout_width="match_parent"    android:layout_height="match_parent"    android:orientation="vertical">

    <TextView        android:id="@+id/txttnama"        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="wrap_content"        android:text="Aji" />

    <TextView        android:id="@+id/txttalamat"        android:layout_width="match_parent"        android:layout_height="wrap_content"        android:text="Kendal" />
</LinearLayout>

1. Buat sebuah project android studio, kemudin saat memilih activity pastikan untuk memilih basic activity, karena kita akan menggunakan fitur bawaan dari actvity tersesbut, yakni menggunakan floating acation button
2. Menambahkan dependency
dependencies {
    compile fileTree(dir: 'libs', include: ['*.jar'])
    androidTestCompile('com.android.support.test.espresso:espresso-core:2.2.2', {
        exclude group: 'com.android.support', module: 'support-annotations'    })
    compile 'com.android.support:appcompat-v7:24.2.1'    compile 'com.android.support:design:24.2.1'    //untuk library realm    compile 'io.realm:realm-android:0.87.2'    //untuk library maps    compile 'com.google.android.gms:play-services-maps:9.6.0'    compile 'com.google.android.gms:play-services:9.6.0'    compile 'com.android.support:support-v4:25.2.0'    testCompile 'junit:junit:4.12'
}
apply plugin: 'com.google.gms.google-services'

3.  Kemudian buat class BaseApp, untuk menbuat konfigurasi default dengan mengextend ke Application
package imastudio.realm;
/** * Created by Taufiq */public class MahasiswaModel {

    int idMahasiswa;
    String namaMahasiswa, alamatMahasiswa;

    public int getIdMahasiswa() {
        return idMahasiswa;
    }

    public void setIdMahasiswa(int idMahasiswa) {
        this.idMahasiswa = idMahasiswa;
    }

    public String getNamaMahasiswa() {
        return namaMahasiswa;
    }

    public void setNamaMahasiswa(String namaMahasiswa) {
        this.namaMahasiswa = namaMahasiswa;
    }

    public String getAlamatMahasiswa() {
        return alamatMahasiswa;
    }

    public void setAlamatMahasiswa(String alamatMahasiswa) {
        this.alamatMahasiswa = alamatMahasiswa;
    }

    /*konstruktor unutk berinteraksi dengan class ini    serta menambahkan data ke dalam class ini*/    public MahasiswaModel(int idMahasiswa, String namaMahasiswa, String alamatMahasiswa) {
        this.idMahasiswa = idMahasiswa;
        this.namaMahasiswa = namaMahasiswa;
        this.alamatMahasiswa = alamatMahasiswa;
    }
}
4. Pada manifest tambahkan
 <application    android:name=".BaseApp"    android:allowBackup="true"    android:icon="@mipmap/ic_launcher"    android:label="@string/app_name"    android:supportsRtl="true"
android:theme="@style/AppTheme"> 
5. Membuat kelas MahasiswaModel, fungsinya unutk melempar dan menagkan paramenter dari masing-masing data yang di store
public class MahasiswaModel {

    int idMahasiswa;
    String namaMahasiswa, alamatMahasiswa;

    public int getIdMahasiswa() {
        return idMahasiswa;
    }

    public void setIdMahasiswa(int idMahasiswa) {
        this.idMahasiswa = idMahasiswa;
    }

    public String getNamaMahasiswa() {
        return namaMahasiswa;
    }

    public void setNamaMahasiswa(String namaMahasiswa) {
        this.namaMahasiswa = namaMahasiswa;
    }

    public String getAlamatMahasiswa() {
        return alamatMahasiswa;
    }

    public void setAlamatMahasiswa(String alamatMahasiswa) {
        this.alamatMahasiswa = alamatMahasiswa;
    }

    /*konstruktor unutk berinteraksi dengan class ini    serta menambahkan data ke dalam class ini*/    public MahasiswaModel(int idMahasiswa, String namaMahasiswa, String alamatMahasiswa) {
        this.idMahasiswa = idMahasiswa;
        this.namaMahasiswa = namaMahasiswa;
        this.alamatMahasiswa = alamatMahasiswa;
    }
}
 6. Buat kelas mahasiswa
import io.realm.Realm;
import io.realm.RealmObject;
import io.realm.annotations.PrimaryKey;
/** * Created by Taufiq */public class Mahasiswa extends RealmObject {

    @PrimaryKey    private int idMahasiswa;

    private String namaMahasiswa, alamatMahasiswa;

    public int getIdMahasiswa() {
        return idMahasiswa;
    }

    public void setIdMahasiswa(int idMahasiswa) {
        this.idMahasiswa = idMahasiswa;
    }

    public String getNamaMahasiswa() {
        return namaMahasiswa;
    }

    public void setNamaMahasiswa(String namaMahasiswa) {
        this.namaMahasiswa = namaMahasiswa;
    }

    public String getAlamatMahasiswa() {
        return alamatMahasiswa;
    }

    public void setAlamatMahasiswa(String alamatMahasiswa) {
        this.alamatMahasiswa = alamatMahasiswa;
    }
}
Disini menggunakan anotasi @PrimaryKey untuk mendeklarasikan id sebagai primary key.
@PrimaryKey
private int id;
Realm mendukung anotasi sebagai berikut :
@Required : Memberlakukan pemeriksaan untuk tidak membolehkan nilai null.
@Ignore : Kolom tidak harus disimpan.
@Index : Menambahkan index pencarian pada kolom.
@PrimaryKey : Identifikasi unik pada tiap data pada database. tetapi tidak menyediakan auto-increment 

7, Kemudian pada MainActivity tambahkan variable inisialaisasi
/*variable pada objek*/RealmHelper realmHelper;
ListView lv;
private ArrayList<MahasiswaModel> data;
private RealmHelper helper;

  •  inisialisasi pada oncreate 
realmHelper = new RealmHelper(MainActivity.this);
/*deklarasikan widaget listview*/lv = (ListView) findViewById(R.id.lv);
data = new ArrayList<>();
getData(); 


  •  kemudian pada floatingaction kita custom agar saat di klik dari floating action maka akan pindah halaman ke add mahasiswa
final FloatingActionButton fab = (FloatingActionButton) findViewById(R.id.fab);
fab.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
    @Override    public void onClick(View view) {

        startActivity(new Intent(MainActivity.this,InasertMahasiswa.class));
    }
});

  •  full code dari MainActivity.java akan seperti ini 
package imastudio.realm;

import android.app.Dialog;
import android.content.Intent;
import android.os.Bundle;
import android.support.design.widget.FloatingActionButton;
import android.support.design.widget.Snackbar;
import android.support.v7.app.AppCompatActivity;
import android.support.v7.widget.Toolbar;
import android.view.View;
import android.view.Menu;
import android.view.MenuItem;
import android.widget.AdapterView;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;
import android.widget.ListView;
import android.widget.Toast;

import com.google.android.gms.ads.AdRequest;
import com.google.android.gms.ads.AdView;
import com.google.android.gms.ads.MobileAds;

import org.w3c.dom.Text;

import java.util.ArrayList;

import static imastudio.realm.R.id.fab;
import static imastudio.realm.R.id.txtalamat;
import static imastudio.realm.R.id.txtnama;

public class MainActivity extends AppCompatActivity {

    /*variable pada objek*/    RealmHelper realmHelper;
    ListView lv;
    private ArrayList<MahasiswaModel> data;
    private RealmHelper helper;

    @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);
        Toolbar toolbar = (Toolbar) findViewById(R.id.toolbar);
        setSupportActionBar(toolbar);

        Toast.makeText(MainActivity.this, String.valueOf(System.currentTimeMillis()), Toast.LENGTH_LONG).show();
        /*perkenalkan class RealmHelper pada class ini*/        realmHelper = new RealmHelper(MainActivity.this);
        /*deklarasikan widaget listview*/        lv = (ListView) findViewById(R.id.lv);
        data = new ArrayList<>();

       
        /*menmpilkan data saat activity muncul*/        getData();

        /*event pada FAB*/        final FloatingActionButton fab = (FloatingActionButton) findViewById(R.id.fab);
        fab.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {

                startActivity(new Intent(MainActivity.this,InasertMahasiswa.class));
            }
        });

        lv.setOnItemLongClickListener(new AdapterView.OnItemLongClickListener() {
            @Override            public boolean onItemLongClick(AdapterView<?> adapterView, View view, int i, long l) {
                return false;
            }
        });

        /*event ketika listview diklik*/        lv.setOnItemClickListener(new AdapterView.OnItemClickListener() {
            @Override            public void onItemClick(AdapterView<?> adapterView, View view, final int i, long l) {

                /*model mahasiswa diambil dengan variable d sesuai posisi*/                final MahasiswaModel d = data.get(i);

                /*menampilkan dialog*/                /*perkenalkan diaog ke dalam actiity ini*/                final Dialog dialog = new Dialog(MainActivity.this);
                dialog.setContentView(R.layout.edit_mahasiswa);

                /*deskripsikan widget*/                final EditText edalamat = (EditText) dialog.findViewById(R.id.edalamat);
                final EditText ednama = (EditText) dialog.findViewById(R.id.ednama);
                Button btntambah = (Button) dialog.findViewById(R.id.btnEdit);
                Button btnhapus = (Button) dialog.findViewById(R.id.btnHapus);

                /*menampilkan data ke dalam EditText*/                ednama.setText(d.getNamaMahasiswa());
                edalamat.setText(d.getAlamatMahasiswa());

                /*event pada tombol hapus*/                btnhapus.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
                    @Override                    public void onClick(View view) {
                        realmHelper.deleteData(d.idMahasiswa);
                        dialog.dismiss();
                        getData();
                    }
                });

                /*event pada tombol edit*/                btntambah.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
                    @Override                    public void onClick(View view) {
                        String nama = ednama.getText().toString();
                        String alamat = edalamat.getText().toString();
                        realmHelper.updateData(d.idMahasiswa, nama, alamat);
                        dialog.dismiss();
                        getData();
                    }
                });

                dialog.show();
            }
        });
    }


    /*method mengambil data*/    private void getData() {
        try {
            data = realmHelper.findAll();
        } catch (Exception e) {

        }

        /*memasukan data ke dalam ListVuiew*/        try {
            CustomAdapter adapter = new CustomAdapter(this, data);
            lv.setAdapter(adapter);
        } catch (NullPointerException e) {

        }
    }

    @Override    public boolean onCreateOptionsMenu(Menu menu) {
        // Inflate the menu; this adds items to the action bar if it is present.        getMenuInflater().inflate(R.menu.menu_main, menu);
        return true;
    }

    @Override    public boolean onOptionsItemSelected(MenuItem item) {
        // Handle action bar item clicks here. The action bar will        // automatically handle clicks on the Home/Up button, so long        // as you specify a parent activity in AndroidManifest.xml.        int id = item.getItemId();

        //noinspection SimplifiableIfStatement        if (id == R.id.action_settings) {
            return true;
        }

        return super.onOptionsItemSelected(item);
    }

    @Override    protected void onRestart() {
        super.onRestart();
        getData();
    }
}


  • Kemudain pada InsertMahasiswa.xml tambahkan kode berikut . silahkan di lihat di pada komentar kode untuk mengtahui fungsinya. disini kita juga menambahkan sebuah maps utnuk mengambil lokasinya .

package imastudio.realm;

import android.content.Intent;
import android.os.Bundle;
import android.support.annotation.Nullable;
import android.support.v7.app.AppCompatActivity;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
import android.widget.EditText;

import com.google.android.gms.common.GooglePlayServicesNotAvailableException;
import com.google.android.gms.common.GooglePlayServicesRepairableException;
import com.google.android.gms.location.places.Place;
import com.google.android.gms.location.places.ui.PlacePicker;

/** * Created by Taufiq on 5/29/2017. */
public class InasertMahasiswa extends AppCompatActivity {
    
    
    RealmHelper realmHelper;
    private static final int PLACE_PICKER_REQUEST =101 ;
    EditText edNama,edAlamat;
    Button btAlamat, btInput;

    @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.insert_mahasiswa);

        realmHelper = new RealmHelper(InasertMahasiswa.this);
        setView();
        btAlamat.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View v) {
                // membuat Intent untuk Place Picker                // membuat Intent untuk Place Picker                PlacePicker.IntentBuilder builder = new PlacePicker.IntentBuilder();
                try {
                    //menjalankan place picker                    startActivityForResult(builder.build(InasertMahasiswa.this), PLACE_PICKER_REQUEST);


                } catch (GooglePlayServicesRepairableException e) {
                    e.printStackTrace();
                } catch (GooglePlayServicesNotAvailableException e) {
                    e.printStackTrace();
                }
            }

        });
        btInput.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View v) {
                /*simpan data dengan memenggil method addMahasiswa*/                String nama = edNama.getText().toString();
                String alamat = edAlamat.getText().toString();
                realmHelper.addMahasiswa(nama, alamat);
                Intent a = new Intent(InasertMahasiswa.this,MainActivity.class);

                startActivity(a);


            }
        });
    }

    private void setView() {
        edAlamat =(EditText)findViewById(R.id.txtalamat);
        edNama =(EditText)findViewById(R.id.txtnama);
        btAlamat =(Button)findViewById(R.id.btnCari);
        btInput =(Button)findViewById(R.id.btnTambah);
    }
    
    // code untuk membuat maps picker    @Override    protected void onActivityResult(int requestCode, int resultCode, Intent data) {
        // menangkap hasil balikan dari Place Picker, dan menampilkannya pada TextView        if (requestCode == PLACE_PICKER_REQUEST) {
            if (resultCode == RESULT_OK) {
                Place place = PlacePicker.getPlace(data, this);
                String toastMsg = String.format(
                        "Place: %s \n" +
                                "Alamat: %s \n" +
                                "Latlng %s \n", place.getName(), place.getAddress(), place.getLatLng().latitude + " " + place.getLatLng().longitude);
                edAlamat.setText(toastMsg);

            }
        }
    }

}

Oke saya kira cukup sekian ..
untuk source codenya nya bagi mau bisa request ke Email saya
taufiqhidayaht@gmail.com



Wednesday, May 10, 2017

Go Digital untuk UMKM Indonesia
Bismillah

Indonesia dengan jumlah penduduk terbanyak nomer 4 di Dunia dan dengan potensi alam yang berlimpah, mulai dari dasar laut hingga udara. tak heran indonesia adalah incaran bagi dunia untuk mengeksplorasi alam serta menjadikan indonesia market yang menggiurkan.

Apakah kita hannya diam dan menjadi konsumen pemain luar ?

Menurut pandangan saya, beberapa tahun belakangan ini banyak anak muda yang sudah mulai sadar tentang pentingnya enterpreneur.  yang dimulai dari bisnis UMKM atau yang lebih terkenal dengan istilah Startup (Kata yang sedang naik daun untuk perusahaan yang baru merintis di awal ) hingga yang sudah mendaftar P.T. Jenis-jenis UMKM juga sangat beragam mulai dari produk pertanian, kuliner, jasa hingga product digital.

Di zaman milenium ini perkembanan tekhnologi juga sangt berkembang sangat cepat, hampir setiap hari saya melihat penemuan dan inovasi terhadap tekhnologi serta adanya penjualan yang terus meningkat. Smartphone misalnya, penjualannya barang ini pertumbuhannya sangat  meningkat drastis dan dengan harga yang terjangkau. Maka tah heran juga pengguna smartphone di Indonesia adalah terbannyak di dunia,  dengan 2 kali lipat dari jumlah penduduk Indonesia sendiri, berarti 1 orang bisa memiliki 2 atau lebih smartphone.

Dengan banyaknya pengguna smartphone, sehingga masyarakat indonesia pasti sering mengakses internet. dari situ akan muncul istilahnya peluang bisnis. Kita lihat sekarang pergerakan ekonomi sangat cepat dan orang-orang juga di tuntut cepat, sehingga kadang masyarakat tidak ada waktu untuk beli secara on the spot atau datang ke tempat. 

Untuk anak perkotaan daerah JABODETABEK atau daerah yang sudah ada Go-Jek misalnya, disitu kadang kita sering dimanjakan dengan berbagai fasilitas jasa yang ditawarkan, bukan hannya mempermudah tapi juga bisa menghemat waktu consumen dan anti ribet untuk memesan berbagai keperluannya. Atau pemesanana tiket, jika di jaman sebelum intenet merakyat , dulu saat bepergian kita harus pergi ke tempat jasa travel untuk memesan tiket. dan sekarang sudah banyak sekali situs penyedia pembelian tiket secara online , hannya dengan satu jari tiket sudah ada di  tangan tanpa harus pergi ke tempat penjuaan tiket.

Dengan berbagai kemajuan dan kemudahan ini, para UMKM di Indonesia juga harus memanfaatakan momen ini,  dan sudah waktunya bagi mereka untuk GO DIGITAL, jika kita terus mengandalkan pasar offline, maka pendapatan kita masih  kurang dan customer yang di jangkau hannya masyarakat yang datang di tempat. Tapi, jika kita sudah memasarkan product kita secara online omzet serta  customer akan kita dapatkan lebih dari jualan secara offline.

Untuk menjemput para customer online  adalah dengan menggunakan internet, internet adalah media untuk saling terhubung. kita bisa terhubung melalui berbagai media untuk saling bertukar info, berkawan, berjulualan dan masih banyak lagi manfaat dari internet. 

Bagaimana cara berjualan di era digital ini dengan internet ? 
sekarang sudah banyak sekelai cara untuk bisa jualan secara online misalnya dengan berjualan di social media, pemasangan iklan atau menggunakan platform  E-Commerce, sebut saja OLX, Bukalapak, FJB Kaskus, Elvenia dan masih banyak lagi. 
Kemudahan yang ditawarkan paltform E-Commerce adalah kita bisa menjual barang, mendapatkan banyak pengunjung, karena platform yang terkenal akan banyak mendatangkan banyak 
pengunjungnya. hannya kelemahannya kita banyak saingan jika kita menggunakan platform tersebut. 

Untuk mengatasi hal tersebut saya biasanya membuat situs jualan online sendiri.  kelebihannya dengan menggunakan situs sendiri menurut saya, 
Tanpa Saingan karena kita lah yang mengelola sendiri.
Customer Service yang bisa kita kelola sehingga kita bisa memberikan ciri khas sendiri saat menyapa para customer, misalnya seperti di toko online Sale Stok, toko online ini mempunyai ciri khas dalam pelayanan ke customer dengan memanggil SIS untuk para customer wanitanya. 
Brand Product kita akan dikenal, baik product maupun nama domain kita, sebut saja men's republik, tokopedia, nah dengan nama brand yang sesuai domain maka kita sudah bisa memunculkan brand kita sendiri.

Untuk membuat toko online pun sangat mudah.

  • Mempersiapkan Domain dan Hosting

sudah saya sempat singgung diatas, karena kita akan membuat toko online sehingga kita perlu yang namanya domain dan hosting. Saya sarankan anda memilih domain dan "Web Hosting Indonesia di IDCloudHost karena ini adalah salah satu  Hosting Murah Indonesia” yang sangat cocok harganya untuk bisnis UMKM  kita. Dan pastikan untuk penamaan domain bisa membuat dikenang dan membuat unik ditelinga masyarakat.
  • Menyiapkan Wordpress dan Menyiapkan Template
Keuntungan kita menggunakan wordpress, kita tidak perlu tenaga ahli IT untuk membuat toko online,  hannya ikuti langkah-langkahnya, toko online kita akan terpampang.
Langkah selanjutnya adalah menginstal Theme untuk toko online Anda. salah satu theme wordpress.
  • Menginstal Plugin
Agar toko online kita jalan kita perlu instal plugin namanya WooCommerce . 
jika sudah toko online masih dalam 50%, karena plugin ini hannya sebagai perantara agar kita bisa mudah untuk mengupload barang kita.


mudah bukan ? 
Sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat dan pastikan untuk pembelian domain dan hosting percayakan hannya di IDCloudHost  "Web Hosting Indonesia” "Hosting Murah Indonesia"